Semenjak suka traveling ke suatu tempat, saya mulai melek soal penginapan. Terutama saat pergi ke luar kota. Dikit-dikit penginapan demi mendapatkan istirahat yang optimal di kala traveling. Tidak harus mewah, yang penting gampang diakses, dekat dengan tempat tujuan dan yang penting nggak horror. Ada alasan tersendiri kenapa lebih pilih penginapan yang proper ketimbang nggembel ala bacpacker, karena saya memilih gaya traveling yang slow, nggak seperti backpacker sejati yang tidurnya bisa di mana saja. Sebisa mungkin istirahat akan selalu jadi prioritas demi keamanan dan kesehatan.
Oke, jadi kali ini saya akan berbagi pengalaman waktu menginap di Hotel yang ada di Reddoorz. Ini adalah pengalaman pertama menginap saat nge-trip ke Yogyakarta beberapa waktu lalu, yang bisa kalian baca di sini. Sebelumnya saya memang udah tahu sejak lama tentang Reddorz tapi belum pernah pakai. Nah, karena kemarin-kemarin mulai punya banyak rencana traveling ke berbagai tempat, jadi mulai pakai Reddoorz untuk riset penginapan. Tenang ini bukan endorse kok, tapi murni dari pengalaman pribadi
Sebagai orang yang belum pernah menginap di hotel, pengalaman menginap di Hotel Reddoorz tentunya nggak akan jauh beda dengan menginap di hotel konvensional. Terutama untuk hotel budget. Keunggulan yang paling saya sukai adalah kita bisa riset harga dan fasilitas melalui aplikasi. Reddoorz sendiri kurang lebih kayak marketplace yang isinya para mitra yang menyewakan properti mereka. Saya nggak terlalu berekpektasi tinggi dengan hotel budget seperti ini, asal bisa tidur dengan tenang aja udah cukup. Tapi, begitu check-in di hotel ternyata hmmm.
Setibanya di hotel di daerah dekat Malioboro Jogja yang udah saya pesan sebelumnya via aplikasi, saya hanya dimintai ktp di resepsionis. Di sini cukup bikin kaget dengan pelayanannya yang terkesan sangat kasual dan biasa aja. Bahkan si petugas yang ada di situ habis sibuk beres-beres sesutu di belakang dan pakai baju apa adanya. Lebih mirip Ibu kos lah, but it's good.
Intinya nggak ada pelayanan khusus yang spesial dan baku seperti pelayanan hotel pada umumnya. Hanya ada pendataan, setelah itu dikasih kunci kamar, beres. Tapi ingat ya, bisa jadi nggak semua hotel yang bermitra dengan Reddorrz pelayanannya sama, mungkin beda satu-sama lain tergantung kebijakan dan kepatuhan mitra, MUNGKIN. Ini bukan berarti jelek, mungkin memang hotel yang saya singgahi ini nggak terlalu mementingkan konsep pelayanan yang baku.
Setelah dari resepsionis dan saya langsung masuk ke kamar dan memperhatikan ruangan yang lumayan besar, Fasilitasnya sangat oke, kamar bersih, ada TV, AC, lemari, kamar mandi yang dilengkapi water heater. Kasurnya rapih dan bersih, tertata handuk dan juga selimut khas hotel.
Untuk ketersediaan fasilitas, kalian bisa cek langsung di aplikasi sebelum booking. Salah satu fitur yang paling saya suka adalah kita bisa melihat destinasi wisata sekaligus akses transportasi terdekat, seperti stasiun atau bandara. Fitur ini ngebantu banget buat riset penginapan yang lokasinya paling dekat dengan tujuan wisata maupun moda transportasi yang akan kita gunakan.
Oke itu dia guys pengalaman singkat saya pertama kali menginap di reddoorz. Buat saya reddoorz ini bisa jadi salah satu pilihan yang fleksibel dan tentunya sangat mudah mencari penginapan dengan harga yang terjangkau.
Komentarnya dong. Kamu juga bisa komentar anonymously.